Wednesday, 14 September 2016

Keboen Jeroek - Dago Giri

Di akhir Juli lalu, gue sama L sempat main-main ke Dago pas weekend. Awalnya kita ke Taman Hutan Raya Juanda yang asri banget, lalu dilanjutkan dengan bermalam di Keboen Jeroek - Roemah Nginap & Roemah Makan yang terletak di kawasan Dago Giri / Dago Bengkok. 

Kita sempat nyasar sih menuju ke Keboen Jeroek, maklum gak paham daerah Dago hahaha... Akhirnya kita tanya juru parkir di Terminal Dago, lalu diarahkan ke jalan yang benar dan bisa selamat sampai tujuan sebelum hujan menguyur hihi..

Pas sampai tempatnya, wuih kok sepi ya? Emang sih kalau baca review di internet banyak yang bilang tempatnya private banget (alias sepi), cuma ada beberapa tamu yang lagi makan di restonya gitu, selebihnya kita ngerasa kayak vila milik sendiri hihi... Suasananya enak deh, udaranya pun segar dan dingin banget, terlebih gak lama setelah kita nyampe hujan pun turun, brrrrr... langsung masuk kamar deh minum yang anget-anget.

Sore-sore nongkong di keboen, hihi... 

Kamarnya sendiri lumayan luas, nggak ada AC ya secara udah dingin banget. Shower air panasnya juga berfungsi baik. Di dalam kamar disediakan TV cable, teko air panas,  gelas, air minum, kopi-teh-gula sachet, dan perlengkapan standar lainnya. Cukup sepadan dengan harga yang kita bayarkan ^^

Suasana di dalam kamar yang homey!


Foto atas itu bentuk vilanya, ada vila yang hadap parkiran, ada juga yang hadap taman.
Kita pilih yang hadap taman (lihat foto bawah), begitu pintu balkon dibuka lansung terlihat sejauh mata memandang pohon jeruk semua isinya, segerrrr...!!!


Yang bawa anak bisa juga diajak main kesini, tapi kalau gue sih lebih milih selimutan dikamar muahahaha dingin ceu!


Disini kita bisa petik buah jeruk sendiri, nanti bayarnya per kilogram.


Yang juara itu... Makanan di restonya donk... Kita pesan seporsi bala-bala buat cemilan sore dan pesan satu botol air jeruk, yang dipetik dari kebun sendiri, wuih cocok banget deh buat mengatasi lapar di jam nanggung hehehe... Juga pas makan malam karena malas cari makan diluar, kita pesan di resto untuk makan di kamar. Kita pesan 2 porsi Nasi Ayam Bakar Komplit & 2 teh manis hangat, tebak rasanya? menggoyang lidah banget deh hihi, bumbu di ayamnya itu enak beud hihi... Terus ya pas breakfast kita request juga untuk diantar ke kamar, pas buka pintu kamar, kita kaget dibawain dua baki gede. Satu baki isinya nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi, sosis, dll lalu satu baki lagi ada roasted bread, sepiring melon, dua gelas teh manis hangat, dan dua gelas susu murni... Varian sarapannya banyak banget, diluar dugaan kita... Yang mengharukan, ternyata petugas restonya kasih kita susu murni, dia inget loh kalau kemarin sore gue nanya di resto jual susu murni apa enggak, kebetulan memang gak ada. Eh pagi harinya malah dikasih, dia bilang sengaja di ambilin tadi pagi buat kita, ow so sweet... dan free loh, gak mau dimasukin ke bill kamar kita... Ohya balik lagi ke menu sarapan kita, nasi gorengnya enak rasanya. Pokoknya makanan disini enak-enaklah dan kita check out dengan perut kebegahan hahahaa...

Cemilan sore, menu makan malam, dan menu sarapan kami.

Buku menu makanan dan minumannya.


Kalau kalian butuh tempat buat melarikan diri sesaat, butuh tempat damai dan tenang, trus kepingin bangun tidur sambil dengar kicauan burung dan hirup udara yang segar banget, pilih Keboen Jeroek deh hehehe... Hasil ngobrol-ngobrol sama Bu Irma, sang pemilik, pernah beberapa kali, ada penulis yang tinggal lama di sini untuk cari inspirasi hihi, nggak heran tempatnya memang nyaman banget dan juga bisa disewa buat private  party loh hihi... Lah, kok lama-lama gue kayak marketingnya ya hahaha (serius gak dibayar loh ini!). Oke, sekian ya ceritanya, sampai jumpa di tulisan lainnya...

Keboen Jeroek
Roemah Nginap - Roemah Makan
Jl. Dago Giri No. 888 Bandung
Tlp. 0813 9425 0309
Rate per Juli 2016: Rp 500.000/ malam

Saturday, 10 September 2016

Mudahnya Buat Paspor Di ULP Tangsel (BSD City)

Akhirnya gue punya paspor, yey!

Kebetulan memang waktunya tepat (baca: bisa cuti) jadi gue pergunakan aja untuk buat paspor. Tentu sebelumnya, gue sempatkan dulu baca-baca review teman-teman blogger yang pernah buat/ perpanjang paspor, khususnya tahun ini dan lokasinya di Unit Layanan Paspor (ULP) Tangerang Selatan, yang kantornya berada di Ruko Golden Boulevard - BSD City.

Kenapa milih di ULP Tangsel?
Karena dekat dari rumah dan kantor, walaupun pengajuan buat paspor baru/ perpanjangan hanya dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor ULP, alias belum bisa online, tetap saja perkiraan awal gue (dan terbukti tepat pada akhirnya) lebih hemat waktu dan tenaga. 

Jadi apa aja dokumen yang perlu dipersiapkan?
- KTP asli & fotokopi 1 lembar
- Akta lahir asli & fotokopi 1 lembar
- KK asli & fotokopi 1 lembar
- Ijazah asli & fotokopi 1 lembar
- Akta perkawinan asli & fotokopi 1 lembar ***
- Surat keterangan dari kantor tempat bekerja ****
- Materai Rp 6.000,- 1 lembar (kalau perpanjang paspor, tidak memerlukan materai)
- Pulpen HITAM (dan lem, buat nempel materai)

*** Gue apply paspor dengan status single karena belum urus KTP & KK sendiri. Jadi otomatis, gue gak melampirkan akta perkawinan. Mungkin ada gak yang tetap lampirin akta, walaupun belum urus KTP & KK sendiri? share donk...

**** Kebetulan, waktu interview gue ditanya kerja dimana? Gue jawablah di perusahaan ini, eh disuruh lampirin surat keterangan dari kantor masa. Jadi pas ambil paspor, gue harus sekalian serahin surat tsb.

***** Semua berkas di fotokopi di kertas A4. Di ULP Tangsel, biaya fotokopi Rp 1.000/lembar & Materai Rp 10.000,- per pc. Lebih hemat kalau disiapkan dari rumah toh? Setelah berkas komplit, masukan ke map/amplop, gak usah yang bagus-bagus karena nantinya kita dikasih map sama pihak sana.

Selanjutnya, gue datang ke ULP pagi hari, tepatnya pukul 07.30 (kantor buka officially jam 08.00) dan udah rame aja donk. Langsung deh kita diminta baris diluar ruko sama Bapak sekuriti, sebagian yang antri duluan malah udah dikasih form untuk diisi. Pas gue minta formnya, bapake bilang nanti ambil didalam aja, sudah mau dibuka kok pintu kantornya.

Dan, pas masuk kedalam untuk ambil nomor antrian, gue dapat nomor urut 335 (whattt..., awalnya kaget gitu, tapi pas lihat buku hadir, ternyata nomor urut gue 35 aja, bukan tiga ratus tiga puluh lima, bikin syok aje!). Setelah ambil nomor antrian, ambil juga formulir biodata & form surat pernyataan, untuk diisi. Surat pernyataannya ada dua versi, yaitu untuk mengajukan untuk diri sendiri & pernyataan orang tua (khusus pengajuan paspor anak kecil). Kalau ada yang gak paham waktu ngisi formnya, jangan sungkan tanya petugas, atau kayak gue ikut misuh-misuh sama ibu-ibu kanan-kiri sesama pendaftar juga hahaha...

Suasana di dalam Kantor Imigrasi - ULP Tangsel.


* FYI, khusus untuk lansia, Ibu hamil, dan anak kecil ada nomor antrian khusus, sehingga tidak perlu mengantri lama.

Tepat pukul 08.00, mulai dilakukan verifikasi (pengecekan) kelengkapan data oleh petugas. Kalau data kita lengkap, paling cuma butuh waktu 2-3 menit, setelahnya kita diminta langsung ke lantai 2 untuk antri wawancara sekaligus pengambilan sidik jari & foto paspor. Di kasus gue, waktu antri untuk verifikasi data kurleb makan waktu 55 menit dan antri untuk wawancara & foto kurleb makan waktu 1 jam 20 menitan. Wawancaranya sendiri pun gak lama cuma ditanya bikin paspor untuk apa? dan mau kemana. Abis itu, kita difoto & scan sidik jarinya. Setelah selesai, kita akan diberikan selembar kertas ber-barcode yang disebut Bukti Pengantar Pembayaran. Sayangnya, gue harus menunggu 15 menit lagi untuk mendapatkan kertas tsb karena saat itu jaringannya lagi lemot.


Nomor antrian gue dan Map berisi berkas yang sudah diverifikasi petugas.

Loket untuk wawancara, cuma ada dua loket yang beroperasi.


Ada kabar baik nih,
Sekarang mau bayar biaya buat/perpanjang paspor gak cuma bisa disatu bank aja, tapi bisa dibanyak bank (lihat daftarnya pada foto dibawah ini ya) dan asyiknya lagi pembayarannya real-time alias ketika kita uda dapat kertas barcodenya, kita bisa langsung ke bank untuk bayar, gak perlu nunggu sampai sore atau besokannya. Two thumbs up deh buat peningkatan layanannya!


Daftar nama bank yang melayani pembayaran paspor.


Gue sendiri milih bayar di Bank Sinarmas yang masih dalam satu komplek ruko sama ULP. Bukti pembayarannya disimpan ya buat nanti ambil paspor 3 hari lagi.


Foto yang atas itu Bukti Pengantar Pembayaran yang kita dapat dari Kanim.
Sedangkan foto yang bawah itu adalah bukti bayar gue di Bank Sinarmas.
Total biaya untuk buat paspor baru total sebesar Rp 355.000,-


Karena gue bikin paspornya Senin, paspornya baru bisa diambil hari Kamis. Tapi gue baru ambil hari Jumatnya sekitar jam 1an, kena nunggu 1/2 jam karena petugas masih istirahat. Sama Pak Sekuriti bukti bayar kita diminta ditaruh aja diloket. Cepet kok, gak lama nama gue dipanggil dan dikasih paspornya. Sebelum kita bawa pulang paspornya, Bapak Petugasnya minta kita fotokopi 1 lembar buat arsip mereka.


Loket pengambilan paspor dan suasana Kanim yang masih sepi karena masih jam istirahat.
Foto kanan bawah itu, perbandingan buku paspor lama (kiri) dan paspor baru (kanan), warna sampulnya sekarang beda dan lebih bagus isi dalamnya.

Kesimpulannya, buat paspor sendiri mudah kok, gak perlu bantuan biro jasa atau calo, bisa kita lakukan sendiri. Yang terpenting kita siapkan secara lengkap semua dokumen yang diperlukan, dijamin lancar jaya, gak dipersulit. Selamat mencoba...!!! ^^