Sunday, 18 March 2018

Sampai Nanti

Hola semuanya, 
Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga. 

Gue juga gak tau lagi kapan akan nulis disini, ehm, semacam gak mau janji palsu gitu untuk rajin ngeblog muahaha (btw, emang blog ini masih ada yang suka baca apa ya? hahaha)

Alasan utama gak nulis-nulis selain malas (klasik), juga semenjak hari H (wedding day) sudah lewat, ya gue ngerasa blog ini hilang arah gitu. Gue nya sendiri nulisnya jadi gak semangat, gak dapat feelnya, gak ada lagi tuh niat menggebu-gebu untuk berbagi informasi khususnya soal perintilan wedding hihi...

Ya gue berusaha sih diawal-awal untuk nulis apa aja, seperti nulis soal trip gue sama suami, tapi ya gimana ya hahaha... Kok gue lebih suka mainan Instagram ya sekarang hahahaha...

Menulis memang sudah jadi bagian hidup gue (cieee...) dan gue senang sekali berbagi cerita. Jadi semoga saja kapan-kapan gue bisa nulis lagi disini ya :))

Sampai nanti,
yang pastinya belum tau kapan :)

Sunday, 16 April 2017

Pengalaman Menginap di Cotton Tree Cottages - Gili Trawangan

Berhubung lagi sedikit rajin, kali ini gue mau tulis review lebih lengkap soal penginapan kami selama di Gili Trawangan kemarin. 

Awalnya kita bingung mau nginep dimana selama di Gili, pas buka-buka situs booking online trus lihat penginapan bergaya lumbung alias rice barn, wuih langsung suka kitanya. Ya udah, jadinya untuk penginapan di Gili kita berfokus pada yang bentuk bangunannya lumbung aja deh, cari suasana baru gitu ceritanya #alasanyangsungguhdangkal. Hahaha...

.... Sampai akhirnya ketemulah dengan Cotton Tree Cottage ini, dan entah kenapa, padahal penginapan sejenis juga ada, tapi kita mantap pilih ini. Cek di Traveloka dulu ratenya sekian kan, trus iseng-iseng email ke hotelnya langsung tapi malah diarahin ke booking [dot] com aja. Tapi dasar rejeki anak soleha gak kemana, kita dapat potongan diskon dari Traveloka jadi harga permalamnya jauh lebih murah lagi dapatnya, yey!

Cotton Tree Cottages - Gili Trawangan.

Pas hari H, mau cari hotel ini juga gak pakai drama kayak waktu nyari Hotel Hong - Melaka dulu. Emang sebelumnya gue udah email pihak hotel juga sih minta panduan kan dan kita pake gmaps juga, jadinya setelah jalan kaki 10 menitan sampai juga kita di Cotton Tree Cottages.

Ikutin maps aja, dijamin sampai dengan selamat tanpa drama =D


Kesan Pertama
Ih, suka deh. Lucu gitu... Komplek hotelnya gak luas, cuma terdiri dari beberapa lumbung. Trus ada kolam renang mini, ada meja-kursi yang di tata dekat kolam (yang ternyata restoran mereka). Apik aja gitu tempatnya, banyak pohon jadi adem kan.

Adem karena banyak pepohonan.

Meja dan kursi yang ditata untuk restoran.

Mini swimming pool - mayan buat main air.

Lumbung kecil, kapasitas dua orang.

Kalau yang ini merupakan lumbung dengan kapasitas 3 orang, ada dua lantai soalnya.


Proses Check-in
Mudah banget, cuma sebutin nama. Udah gitu doang, trus kamar kita udah siap - padahal belum jam check in tapi kita dipersilahkan langsung menuju lumbung kita yaitu lumbung nomor 1.

Tempat duduk-duduk disebelah konter receptionist.


Fasilitas di dalam kamar
Kamarnya cukup luas dan material di lumbung semua pakai kayu. Ada bed, ya pastinya ya! dan perlengkapan standar lainnya, ada minibar juga. Selain AC dikasih fan juga. Tapi gak ada TV sih minusnya, btw, soal TV ini pas mau check out kan kita dilayani Illario - sang Manager, kita penasaran trus nanya kok gak ada TV. Jujur bosen sih karena gak ada TV muahaha, soalnya kan gue sama si L gak demen kelayapan malam atau party2 tuh jadi kalau udah gelap ya kita di kamar aja. Si Illario nya bilang, disini emang jarang ada yang nanyain TV (iya juga sih) tapi tahun depan mereka akan sediain kok. Tapi untungnya Wifi disini oke punya, kalau mau streaming bisa juga sih.

Semua kamar mandinya outdoor, ih suka.. Tapi sukanya pas pagi-sore aja. Pas malam? Ya gitu deh hihi, tapi pas gue kebelet pipis malam-malam, masih rame kok suara-suara bule pulang dugem jadi gak gimana-gimana banget. Ohya, perlengkapan mandi disini, kecuali shower gel dan sabun cuci tangan, semua berbayar ya. Jadi bawa dari rumah aja supaya hemat, sedangkan kalau handuk mah disediakan kok, dikasih hand towels juga. Cuma namanya juga di Gili, gak ada air tawar, jadi mau mandi pakai air payau. Jadinya emang berasa lengket-lengket gak seger gitu lah. 

Dan katanya juga disana suka mati listrik dan mati air, cuma beruntungnya selama kami disana hal ini gak kejadian sih. Mungkin tergantung amal dan perbuatan masing-masing ya... *minta dijitak*

Disetiap kamar dilengkapi AC dan kipas angin, tau aja di Gili udaranya panas banget!

Pintu di sebelah kanan itu, akses menuju ke outdoor bathroom.

Mini bar. Ohya, air minum kemasan di Gili kayaknua dimonopoli sama satu merk deh, soalnya kita hampir gak pernah nemu air minum kemasan merk lain. Kalau soal harga, di Gili, apapun lebih mahal dari di Pulau Lomboknya sendiri.

Berhubung kita dapat lumbung nomor 1, yang mana letaknya berbatasan sama jalan dan ditambah lagi bathroomnya outdoor gini, kalau mandi kita jadi sambil bisa dengar suara orang yang lalu lalang dijalan. Jelas pake banget.


Breakfast
Berhubung ini bukan hotel mewah, jadi sarapannya gak model buffet. Kalau kita, malam sebelumnya udah pilih menu sarapan, trus mau diantar jam berapa. Dan besokannya tepat dijam yang udah ditentukan, sarapan kita diantar dan siapkan di teras.

Selama dua hari berturut-turut, gue sama L pesan menu yang sama. Gue pesan egg & bacon dan L pesan nasi goreng, masing-masing minumnya jasmine tea & ginger tea, lengkap dengan dua piring buah. Rasa masakannya enak kok, cuma sayang pas makan siang maupun makan malam, kita gak sempat cobain makan di restoran mereka, padahal pastanya katanya enak.

Teras tempat kita sarapan.

Sarapan kami.


Sewa Sepeda
Kita juga sewa sepeda dari Cotton Tree Cottages, satu sepeda dihargai Rp 35.000,- per hari (kita anggap 24 jam), jauh lebih murah daripada sewa di luar yang rata-rata menawarkan dengan harga Rp 50.000,- cuma ya gitu deh, sepedanya kurang di rawat. Untunglah setelah dibantu pilih-pilih sama masnya, kita dapat dua sepeda yang lumayan oke. 

Pas check out, sekalian kita bayar sewa sepedanya, kita ditanya sama Illario, pakai sepedanya seharian kemarin? Si L bilang cuma beberapa jam saja sih dan tau gak, kita dikasih diskon, jadi cuma bayar 50k aja buat berdua, mayan kembaliannya buat beli es. Hihihi...

Tempat parkir sepedanya. Jangan salah pilih, sepeda yang kelihatan agak kinclong dikit itu gak boleh dipakai karena punya karyawan hotel. 

Kesimpulan
Puas. Yang kita suka, karena lokasinya agak masuk ke dalam, jadi gak bising. Sarapannya enak dan semua staffnya ramah-ramah. Kalau mau jalan-jalan, mintalah peta di receptionist, nanti kalian dikasih peta Gili Trawangan ukuran A3 lengkap deh isinya. Minusnya, amenitiesnya berbayar, tapi gak masalah juga sih karena gue emang selalu bawa dari rumah. 

Mau balik kesini lagi? 
Ehm, masalahnya kita mikir kayaknya cukup sekali aja deh ke Gili Trawangan. Lama-lama bosen juga disana. Di Pulau Lomboknya, malah masih banyak yang mau kita kunjungi suatu hari nanti. 

Cotton Tree Cottages
Jl. Kepiting, Gili Trawangan - Lombok
Tlp. 081236281105

Sunday, 2 April 2017

Lombok Trip 5D4N

Menjelang pergantian tahun dari 2016 ke 2017, gue sengaja bikin travel bucket list *cieh gayanya hahaha... Dari tiga tempat yang gue tulis, Lombok masuk ke urutan terakhir dengan embel-embel, mau pergi kalau dapat tiket murah hihi... Ironi ya, pergi ke wilayah lain di negara sendiri kadang ongkosnya bisa lebih mayan mahal daripada pergi keluar negeri yang dekat-dekat. Tapi dasar memang rejeki kita perginya ke destinasi lokal dulu, jadilah kita berangkat ke Lombok dengan gembira #hausliburan.


Hari Pertama & Kedua : Gili Trawangan

Kalau sesuai rencana awal, harusnya setibanya di Lombok, kami akan melewati satu malam di Senggigi tapi karena reschedule flight oleh maskapai, kami yang harusnya berangkat Rabu pagi jadi mundur satu hari di Kamis pagi. Apa boleh buat, show must go on, kan? Jadilah rencana kami diubah, ke Senggiginya di hari terakhir. Hari pertama dan kedua akan kami habiskan di Gili Trawangan karena sudah kadung booking hotel.

Untuk mencapai Gili Trawangan, kami naik fastboat dari Pantai Kecinan dengan tarif return Rp 600k. Awalnya kami mau naik public boat dari Pelabuhan Bangsal aja tapi berubah pikiran setelah habis ngobrol-ngobrol dengan supir taksi yang mau mengantarkan kami ke Pelabuhan. Yep, ada harga ada rupa ya, dengan harga lebih mahal yang kami bayarkan, kami gak perlu jauh-jauh ke Bangsal, juga gak perlu nunggu kapal penuh, dan yang terpenting naik kapalnya baru sekejap udah sampai (kurang lebih 10 menit, dan memang kalau mau nyebrang ke Gili paling dekat dari Kecinan ini, tinggal lurus aja kapalnya).

Di Gili Trawangan, kami menginap di Cotton Tree Cottages. Penginapan bergaya rice barn yang unik milik orang Italia. Kami juga sewa sepeda disini seharga Rp 35k/hari untuk berkeliling selama di Gili Trawangan. Apa yang kami lakukan di Gili? Jalan-jalan, makan, ke pantai, bersepeda, berenang, and repeat. Buat kami yang gak terlalu suka party, ternyata memang membosankan sih lama-lama di Gili T muahaha, tapi kami gak menyesal sama sekali kok, senang malah bisa sepedaan hihi.

Hari pertama di Gili - jalan kaki di sore hari (1).

Hari pertama di Gili - jalan kaki di sore hari (2).

Suasana penginapan kami selama di Gili Trawangan.

Lumbung kami selama dua malam di Cotton Tree Cottages, lengkal dengan dua buah sepeda sewaan.

Kalau nginep di Cotton Tree Cottages jangan melewatkan menu sarapan Egg & Bacon, gue sampai order menu ini dua kali berturut-turut. 

Bersepeda di Gili Trawangan - hari kedua.

Istirahat sebentar sambil hunting foto.

Kalau siang pinggir pantai ini sepi banget, tapi kalau malam, gak usah ditanya, disulap jadi tempat party.
Berfoto di ayunan fenomenal Ombak Sunset.

Cuaca saat bersepeda galau abis, mulai dari terik banget, mendung, sampai berangin. Pas foto ini lagi panas-panasnya.

Ditutup dengan Gili Gelato.


Hari Ketiga: Kuta - Lombok

Selepas dari Gili Trawangan (tanpa mencoba aktivitas snorkelingnya), kami bertolak ke daerah Kuta dengan menyewa mobil - self driving. Kami menginap di Airy Raya Pantai Kuta yang cukup baik pelayanannya. Karena seharian hujan terus, kami gak bergerilya kesana-kesini, cuma sempat mampir ke Pantai Kuta saja yang ternyata cuma 5 menit nyetir dari hotel kami. Akhirnya gue gak penasaran lagi sama keunikan pantai dengan pasir merica ini hihi, tapi ada sebelnya yaitu sama Ibu-ibu yang jual souvenir kain gitu kelewat agresif dan maksa.

Hari ketiga kami di Kuta, ditutup dengan makan malam enak di restoran hotel. Kami pesan ayam bakar betutu yang yummy!

Kolam renang di Airy Raya Pantai Kuta.

Kamar kami untuk satu malam di Kuta.

Pernak-pernik biru khas Airy.

Restoran tempat kami sarapan dan makan malam.

Ayam bakar betutu + plecing kangkung (dibawah si ayam), dan nasi putih untuk makan malam kami.

Sarapan: nasi goreng dan telur goreng.

Pantai Kuta dan langit mendung.

Pantai Kuta.

Menggalau di Pantai Kuta.

Pasir berbentuk butiran lada/ merica.


Hari Keempat: Pantai Mawun, Selong Belanak, Tanjung Aan & Bukit Merese.

Setelah check out dari Airy, kami sempat nanya ke staf hotel, enaknya ke Pantai Mawun dulu apa ke Tanjung Aan? Kalau gue lihat di maps, jarak dan waktu tempuhnya hampir sama. Cuma, staf hotel lebih mereferensikan ke Pantai Mawun dulu. Yaudah mari berangkat...!

Too bad, sampai Pantai Mawun, hujan turun terus, mana awet banget gak berhenti-berhenti. Intinya kami gak berlama-lama disini.

Perjalanan menuju Pantai Mawun, kalau diperhatikan dengan seksama, di depan sana itu sudah laut.

Pantai cantik, pasir basah, dan hujan.

Menunggu hujan reda, tapi percuma.

Duo muka lebar hihi...

Perjalanan lanjut lagi ke Pantai Selong Belanak, yang berjarak kurang lebih 10km dari Mawun. Dan lucky us, sampai sana hujannya berenti jadi kami bisa menikmati pantai cantik ini dengan leluasa. Sejauh ini, Selong Belanak adalah pantai favorit gue dan L selama di Lombok, crowdnya pas, gak rame kayak di Kuta atau terlalu sepi kaya di Mawun. Yang paling penting, disini gak ada ibu-ibu tukang suvenir yang maksa jualannya hihi... Kalau soal keindahan, gak usah ditanya ya, pantai disini khususnya di selatan Lombok semuanya cakep, bersih, indah.

Perjalanan menuju Selong Belanak.

Pantai Selong Belanak.

Mendung lagi, mendung lagi...

Ombak di Selong Belanak gak terlalu tinggi, cocok untuk pemula yang mau belajar surfing.

Dari Selong Belanak, kami kembali melewati Pantai Kuta untuk menuju ke Tanjung Aan. Sebenarnya gue gak kepingin ke Pantai Tanjung Aan. Masa pantai lagi pantai lagi, walaupun pantainya cakep-cakep, tapi overdosis juga ye kalau sehari ketiga pantai. Yauda, kita cukup menikmati keindahan Tanjung Aan dari atas Bukit Merese. View dari Bukit Merese ini benar-benar mempesona dan kayaknya semua pantai, tebing, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia memang punya kelebihan tersendiri deh. Rasanya kalau gak ingat kalau kita musti balik ke Senggigi sebelum sore, gue mau di Bukit Merese aja nungguin matahari terbenam hahaha.

Mendaki bukit Merese.

The view...
Pantai tersembunyi, mau menuju kesana harus turun dari bukit dulu.

Berfoto bersama satu-satunya pohon di Bukit Merese.

Gue cuma bisa bilang wow, wow, wow!!!

Pantai Tanjung Aan dari ketinggian.

Dari Tanjung Aan - Bukit Merese, kita ke arah Senggigi. Sebelum check in, kita mampir makan siang dulu di restoran ayam taliwang. Setelah kenyang, baru deh kita check in di The Semeton Homestay. Di penginapan kita yang terakhir ini, gue dan L berasa banget kayak pulang ke rumah Om & Tante kami sendiri, sambutannya hangat banget. Kami ngobrolin apa saja sama Om & Tante Oka, mulai dari pariwisata Lombok, politik, sampai isu-isu paling hangat. Gue bahkan menolak keluar buat jalan-jalan disekitaran Senggigi karena udah ngerasa betah banget di homestay, tapi akhirnya keluar juga sih buat beli oleh-oleh.

The Semeton Homestay - Senggigi

Suasana asri serasa di rumah sendiri :p

Homestay ini hanya memiliki total 8 kamar, kami dapat kamar nomor 7 (yang ditengah foto).

Sehabis turun hujan.


Hari Kelima: Pulang.....!!!!!

Setelah sarapan, gue dan L pamit ke Om & Tante Oka untuk pulang ke Jakarta. Kita nunggu bus Damri dari depan gang homestay tapi akhirnya berujung naik taksi juga karena busnya gak muncul-muncul. Ohya, airport Praya ini jauhnya lumayan dari Senggigi cuma karena disana bebas macet aja jadinya enak mau kemana-mana bebas hambatan. Penerbangan pulang kami delay satu jam, uh, unyel-unyel juga nih si singa, kebiasaan banget deh! Dan gak cuma jurusan Jakarta aja yang delay, semua jurusan delay. Phewww...

Nah, demikian Lombok Trip 5D4N versi gue dan L. Kami senang banget akhirnya bisa berlibur kesana hihihi, semoga lain kesempatan bisa ke Lombok lagi ya, kami penasaran sama daerah-daerah kaki Gunung Rinjani :))


Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...